Trading & Futures

Jenis Order Crypto: Market, Limit, Stop-Loss, Take-Profit

Panduan market, limit, stop-loss, stop-limit, take-profit, dan OCO lengkap dengan contoh penggunaan serta risiko eksekusi.

Jenis Order Crypto: Market, Limit, Stop-Loss, Take-Profit

Jenis order menentukan harga, kecepatan, dan kondisi transaksi Anda. Tidak ada order yang selalu terbaik; pilih berdasarkan tujuan dan risiko.

Empat jenis order kripto: market, limit, stop-loss, dan take-profit, beserta kegunaan dan hal yang perlu diperhatikan. Memilih jenis order menentukan apakah Anda mengendalikan harga atau mengendalikan kepastian eksekusi.

Ringkasan

Jenis order Prioritas Risiko utama
Market Cepat terisi Slippage dan harga rata-rata tak pasti
Limit Kontrol harga Bisa tidak terisi
Stop-market Keluar saat trigger tercapai Harga eksekusi dapat meleset
Stop-limit Trigger + batas harga Bisa gagal terisi saat pasar bergerak cepat
Take-profit Mengunci hasil pada target Posisi bisa tertutup sebelum tren berlanjut
OCO Dua skenario sekaligus Pengaturan trigger yang salah

Market order

Market order membeli atau menjual segera pada harga terbaik yang tersedia. Jika order book tipis, satu order dapat terisi pada beberapa harga.

Contoh: Anda membeli 2 BTC. Hanya 0,5 BTC tersedia di 100.000, sisanya terisi di 100.100 dan 100.300. Harga rata-rata lebih tinggi daripada angka pertama yang terlihat—itulah slippage.

Limit order

Anda menentukan harga maksimum untuk membeli atau harga minimum untuk menjual. Order hanya terisi pada harga tersebut atau lebih baik, tetapi tidak ada jaminan pasar akan menyentuhnya.

Limit order tidak otomatis menjadi maker. Jika langsung cocok dengan order yang tersedia, statusnya taker. Gunakan Post Only bila ingin memastikan maker.

Stop-market

Order market dikirim setelah trigger tercapai. Cocok untuk memprioritaskan keluar, tetapi harga akhir dapat berbeda jauh saat volatilitas tinggi.

Contoh: beli di 100, stop di 95. Ketika trigger tersentuh, order dijual pada harga pasar yang tersedia; bisa saja rata-ratanya 94,7.

Stop-limit

Memiliki dua harga: stop sebagai pemicu dan limit sebagai batas. Misalnya stop 95 dan limit 94,5. Setelah 95 tersentuh, limit sell 94,5 dipasang. Jika harga langsung jatuh di bawah 94,5 tanpa pembeli, order dapat tidak terisi.

Take-profit dan OCO

Take-profit menutup posisi saat target tercapai. OCO (One Cancels the Other) menggabungkan dua order—misalnya take-profit di 110 dan stop di 95. Jika salah satu terisi, yang lain dibatalkan.

Contoh rencana sebelum entry

Komponen Contoh
Entry limit 100
Stop 95
Target 110
Risiko per unit 5
Potensi hasil per unit 10
Risk/reward 1:2

Order tidak menggantikan manajemen risiko. Tentukan ukuran posisi dari jarak stop dan jumlah kerugian maksimum yang bisa diterima.

Kesalahan umum

  • Memakai market order besar di pasar tipis.
  • Menaruh stop tepat pada harga likuidasi.
  • Mengira stop-limit pasti terisi.
  • Tidak memeriksa apakah trigger memakai last price atau mark price.
  • Lupa membatalkan order lama setelah rencana berubah.

Panduan spot Binance menjelaskan market, limit, stop-limit, dan OCO sebagai alat dengan fungsi berbeda. Praktikkan dahulu dengan nominal kecil atau mode demo.

Lanjutkan ke manajemen risiko trading dan maker vs taker.

Diperbarui 12 Juli 2026.