Perbandingan & Alat

Market Cap vs FDV: Cara Menilai Valuasi Token Crypto

Rumus market cap dan fully diluted valuation, contoh low-float high-FDV, rasio MC/FDV, serta cara membaca risiko dilusi dan likuiditas.

Market Cap vs FDV: Cara Menilai Valuasi Token Crypto

Harga per token tidak menunjukkan apakah sebuah proyek “murah”. Token seharga Rp100 dapat memiliki valuasi lebih besar daripada token seharga Rp10 juta jika jumlah supply-nya jauh lebih banyak. Dua angka dasar untuk membandingkan adalah Market Cap dan Fully Diluted Valuation (FDV).

Perbedaan market cap dan fully diluted valuation dalam menilai valuasi token kripto. Selisih besar antara keduanya menandakan banyak token yang belum beredar.

Rumus

Market Cap = harga × circulating supply

FDV = harga × total/max supply yang digunakan penyedia data

Market cap menggambarkan valuasi berdasarkan token yang beredar saat ini. FDV adalah skenario hipotetis jika seluruh supply yang dihitung sudah beredar pada harga sekarang.

Contoh Token A

  • Harga: Rp1.000
  • Circulating supply: 100 juta
  • Total supply: 1 miliar

Market Cap = Rp1.000 × 100 juta = Rp100 miliar

FDV = Rp1.000 × 1 miliar = Rp1 triliun

Rasio Market Cap/FDV = 10%. Artinya sebagian besar supply belum tercermin dalam circulating supply—bukan berarti semuanya pasti langsung dijual, tetapi risiko dilusi perlu diperiksa.

Bandingkan Token B

  • Harga: Rp10.000
  • Circulating supply: 80 juta
  • Total supply: 100 juta

Market Cap = Rp800 miliar; FDV = Rp1 triliun; rasio MC/FDV = 80%.

Token A dan B memiliki FDV sama, tetapi struktur supply berbeda. Token A lebih “low float” dan memiliki lebih banyak supply potensial yang belum beredar.

Market cap bukan uang yang masuk

Market cap Rp1 triliun tidak berarti investor telah menyetor Rp1 triliun. Harga transaksi terakhir dikalikan seluruh circulating supply. Pada pasar tipis, transaksi relatif kecil dapat mengubah harga dan market cap secara besar.

FDV juga bukan prediksi masa depan

FDV mengasumsikan harga hari ini diterapkan pada supply lebih besar. Saat token unlock, harga dapat berubah, token dapat dibakar, jadwal dapat direvisi, dan permintaan dapat tumbuh atau turun. Gunakan FDV sebagai alarm penelitian, bukan target harga.

CoinGecko menjelaskan market cap memakai circulating supply, sedangkan FDV memakai total/max supply untuk membantu menilai potensi dilusi.

Lima pemeriksaan setelah melihat MC dan FDV

  1. Unlock schedule: kapan token baru masuk pasar?
  2. Allocation: siapa penerimanya—team, investor, treasury, community?
  3. Volume dan liquidity: apakah posisi dapat dijual tanpa slippage besar?
  4. Utility: apakah ada permintaan nyata untuk memakai token?
  5. Admin/minting: apakah supply dapat ditambah atau aturan diubah?

Rasio yang berguna

MC/FDV = Market Cap ÷ FDV

Rasio contoh Interpretasi awal
90–100% Sebagian besar supply sudah beredar
50% Sekitar separuh valuasi supply beredar
10% Low float; periksa unlock dengan ketat

Ini bukan skor kualitas. Token dengan rasio tinggi tetap dapat buruk; token rasio rendah dapat memiliki jadwal unlock panjang dan penggunaan yang tumbuh.

Periksa definisi supply

Penyedia data dapat berbeda dalam menghitung treasury, staking, bridge, atau token yang terkunci. Cocokkan:

  • explorer dan contract;
  • dokumentasi tokenomics;
  • data aggregator;
  • laporan supply proyek.

Jika angka tidak dapat direkonsiliasi, naikkan margin keamanan atau hindari posisi.

Checklist cepat

  • Circulating, total, dan max supply diketahui
  • MC dan FDV dihitung ulang
  • MC/FDV dibandingkan
  • Jadwal unlock 12 bulan dibaca
  • Konsentrasi holder diperiksa
  • Volume nyata dan kedalaman pasar diperiksa
  • Contract address sudah diverifikasi

Lanjutkan ke cara membaca token unlock dan verifikasi contract address.

Diperbarui 12 Juli 2026.